Sebal

Aku menatap sebal pada pria yang tepat berdiri di depanku. Dan seperti biasa dia tidak terpengaruh dengan perubahan raut wajah yang aku tunjukkan. Datar–tanpa emosi.
“Hmm,” erangku.
“Kamu marah?” Pertanyaan itu tiba-tiba meluncur dari mulutnya.
“Apa aku tidak boleh marah?”
“Tentu saja boleh, marah itu salah satu bentuk emosi yang harus dikeluarkan,”jawabmu. “Apa permasalahannya?” Tanyamu sambil melipat tangan di dada.

Arghhh..kenapa pria di depanku ini tidak merasa bahwa dialah sumber dari kemarahanku.

“Cari tahu sendiri.” Aku pergi meninggalkan dia

Susah sekali membuat lelaki lebih peka

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s