Dewasa?? Kata-lata ini seringkali terngiang-ngiang di telingaku. Selalu ada komplain tentang kata-kata ini kepadaku terumata dari keluarga. Yap..keluargaku selalu menilai aku tuh nggak dewasa, yang kurang inilah-kurang itulah…dan lebih parahnya sering di sangkutin sama aku gak punya pacar.

Hiks…sebel rasanya ketika mamiku bilang “Gimana mau punya pacar, lah wong masih kayak anak-anak?” belum lagi kakakku selalu bilang”Yakin mi, adek bisa bekerja, nanti dia bikin masalah lagi, dia kan masih kayak anak-anak??”

 

Dewasa?? Setahuku seorang yang dewasa adalah bijak dan fleksibel, selalu bisa menjaga emosi, ketika ada masalah tidak boleh menangis, dan sebagainya Okelah aku mengakui bahwa kadang emosiku masih meledak-ledak tapi aku tahu batasan, semua itu hanya aku tunjukkan ketika dirumah, bahkan untuk menangis pun aku lebih suka diam-diam.

 

 Ah bingung, setahuku bukannya di dunia ini tidak ada yang benar-benar dewasa kecuali orang-orangg pilihan. Bahkan, keluargaku yang menilai dirinya dewasa juga masih suka meledak-ledak kalau marah kadang masih juga suka kayak anak kecil. Trus sekarang yang nggak dewasa siapa??