Semenjak aku di diagnosa mengalami kelainan jantung, aku banyak belajar bagaimana rasanya bersyukur dan menyadari bahwa inilah hidupku. Bahwa sampai sekarang Allah masih memberiku kesempatan untuk melihat dunia. Tidak seperti nasib anak-anak lain yang mungkin mengalami hal yang sama denganku, tapi mereka kurang beruntung bahkan belum sempat melihat dunia.

Aku menderita kelainan jantung ini sejak lahir, tapi baru terdeteksi ketika aku berusia 4 bulan. Saat itu kondisi ekonomi keluargaku tidak seperti sekarang, kata ibuku kami hanya tinggal dirumah kontrakan. Saat usia 4 bulan, sebenarnya dokter sudah menyuruh agar aku segera dioperasi tapi Ibuku menolak dengan alasan aku masih kecil dan juga masalah ekonomi. Dan akhirnya aku baru bisa dioperasi ketika Kelas 2 SD. Operasi yang aku jalani terbilang sukses, karena lubang dijantungku sudah menutup, namun celakanya ada bagian jantungku yang terjahit, sehingga fungsinya tak lagi sempurna. Hal ini sempat membuatku koma 20 hari, dan akhirnya dokter memutuskan suapaya ditanam pacu jantung.

Awalnya kondisi ini tidak menggangguku karena saat itu aku masih anak-anak, walaupun terkadang aku iri karena tidak bisa bebas bermain. Menginjak SMA ternyata hal ini membawa pengaruh, terlebih lagi melihat reaksi orang-orangf yang tahu dengan kondisiku. Jujur aku muak dengan kata kasihan saat itu, dan aku jadi tidak percaya diri.Sempat pula aku menyalahkan Tuhan atas ketidakadilan ini?? Setelah operasi kedua kondisi psikisku parah, namun aku berusaha menutupi jika didepan orang tuaku, karena aku tak mau melihat mereka sedih. Aku sering menangis sendiri dikamar, dan menjadi super sensitive. Bahkan sempat terlintas aku ingin mati saja. Hanya diary saat itu temanku.

Saat masuk kuliah aku tertutup dan tak mau orang lain tahu tentang sakitku, aku ingin dianggap normal. Sudah muak dengan kata kasihan. Sampai suatu hari aku bercerita pada seorang teman dengan kondisiku,dan bertanya pada dia kenapa Tuhan tidak adil, dan jawaban dia telah menyadarkanku “Dengar, Allah memberimu cobaan ini karena dia sayang padamu? dan Dia tahu kamu mampu menjalaninya. Semenjak itu aku bersyukur atas nikmat ini, karena Allah telah memberikan rasa Sayangnya melalui sakitku ini, dan aku bersyukur karena sampai saat ini aku masih bisa melihat dunia. Tubuhku mungkin tak sempurna, tapi inilah cara Allah menyayangiku. Sekarang aku belajar untuk tidak memperdulikan apa yang orang lain katakan tentang sakitku, walaupun kadang rasa rapuh menyerang. Ah..terima kasih Allah kau masih memberiku hidup sampai sekarang dan juga memberikan keluarga serta teman-teman yang baik.

 

 

 

Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik

Tuhan pastikan menunjukkan Kebesaran dan Kuasanya

Bagi Hambanya yang Sabar dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah