Sebenarnya kisah ini adalah kisah yang diceritakan oleh seorang teman.

Cerita ini adalah tentang seorang anak berusia dua tahun yang selalu diam dan tidak pernah bicara dengan orang lain, padahal secara fisik dia adalah anak normal dan tidak menderita bisu atau tuli. Di sekolah pun anak ini juga tidak berbicara, bahkan cenderung pendiam. Setelah beberapa bulan bersekolah si anak tetap tidak mau berbicara pada siapa pun, akhirnya salah satu guru penasaran dan diajaklah si anak menemui psikolog disekolahnya. Ternyata setelah melakukan beberapa pendekatan diketahui ternyata di tubuh si anak penuh dengan luka lebam, dan bekas pukulan, setelah diselidiki ternyata yang melakukannya adalah pembantunya sejak dia beerusia 1 tahun. Setiap si anak dipukul dia selalu dipaksa dan diancam untuk tidak mengadu. Parahnya kedua orang tuanya tidak pernah tahu tentang keadaan anaknya karena terlalu sibuk bekerja. Keduanya baru datang saat si anak sudah tidur, dan berangkat saat si anak masih tidur. Bahkan, saat libur orang tuanya selalu sibuk dan otomatis hanya berdua dengan pembantu. Saat mengetahui ini si ibu sangat kaget. Menurut teman saya, si anak perlu terapi yang cukup lama untuk bisa berbicara lagi dan tidak takut pada orang lain.