Tik..tik bunyi hujan jatuh ke atas genteng. Aku menengadahkan kedua tanganku untuk merasakan titik-titik hujan membasahi telapak tanganku. Rasanya damai, saat dingin itu menyentuh permukaan kulitku. Ah hujan memang suka menawarkan romantisme, apalagi nada-nada yang dihasilkan oleh hujan terkadang terdengar seperti alunan simfoni yang indah. Rasa dingin tiba-tiba menyerangku, aku rapatkan jaket yang aku kenakan agar udara dingin tidak menembus ke pori-pori kulitku. “Kenapa kau tak juga datang sayang?”
*****