“Kamu nunggu apa sih kok sampai sekarang single terus?

“Kamu nyari kayak apaan? Kok yang kemarin datang ke rumah ditolak?

“Kapan mau nikah? Udah nggak sabar pengen datang ke resepsimu?”

“Nggak usah milih-milih”

Rasanya nggak terhitung berapa banyak kata-kata diatas aku dengar dari orang sekitarku. Ok, sampai sekarang aku memang masih single. Aku juga pengen menikah membangun keluarga kecil sesuai impianku.

Kalau sampai sekarang aku masih single, bukan berarti aku diam aja. Aku tetap memperluas pergaulanku, penampilanku juga sedikit aku rubah, hatiku juga sudah aku buka selebar-lebarnya. Kalau sampai sekarang aku masih single, terus kenapa?

Bahkan ada yang nyinyir bilang sama aku bahwa wanita itu dipilih bukan memilih. What? Sapa bilang? Kita tetap punya hak untuk memilih, masak iya kita hanya nunggu dipilih.

Dan, kenapa aku memilih. Buatku menikah itu nggak sekedar hidup bersama dengan seseorang yang kita cintai, tapi perjalanannya lebih panjang. Menikah bukan cuman seminggu atau dua minggu, tapi seumur hidup.

Ada beberapa alasana kenapa saya perlu memilih pria yang akan saya nikahi:

Pertama:  Kelak lelaki yang saya pilih bisa membawa saya ke dalam kebaikan (bisa membuatku lebih baik, mendidikku dan menjadi contoh)

Kedua: Kelak laki-laki yang saya pilih mau ikut serta dalam pengasuhan anak (mengganti popok, mengasuh anak dan juga mendidik)

Ketiga: Kelak laki-laki yang saya pilih mau menua bersama

soo, masihkah saya boleh memilih?

Saya ingin pria yang tepat untuk mendampingi saya kelak