Aku menatap sebal pada pria yang tepat berdiri di depanku. Dan seperti biasa dia tidak terpengaruh dengan perubahan raut wajah yang aku tunjukkan. Datar–tanpa emosi.
“Hmm,” erangku.
“Kamu marah?” Pertanyaan itu tiba-tiba meluncur dari mulutnya.
“Apa aku tidak boleh marah?”
“Tentu saja boleh, marah itu salah satu bentuk emosi yang harus dikeluarkan,”jawabmu. “Apa permasalahannya?” Tanyamu sambil melipat tangan di dada.

Arghhh..kenapa pria di depanku ini tidak merasa bahwa dialah sumber dari kemarahanku.

“Cari tahu sendiri.” Aku pergi meninggalkan dia

Susah sekali membuat lelaki lebih peka

Iklan