Rindu diam-diam menelusup melalui celah kecil yang lupa aku tutup rapat

Kepada kenangan yang berkelebat dibenakku. Tak cukupkah kamu mencuri separuh dari hatiku dan lupa untuk mengembalikannya tepat waktu padaku?

Kepada kenangan yang berkelebat dibenakku. Tak lelahkah kau permainkan hatiku? Bukankan kemarin kau telah memporak-porandakannya? Masih belum cukup?

Kepada kenangan yang berkelebat dibenakku. Sudah cukup kau bermain-main dengan pikiranku. Aku sudah terlalu lelah untuk sekedar kembali menengok ke arahmu

Kamu…..

Akankah kita kembali dipertemukan takdir?

Ketika rasa rindu kembali memenuhi dada

Uraikan kenangan yang telah tertata rapi di sudut terkecilku

Ramaikan kembali hatiku yang telah lama berdebu

Ingatan tentangmu diam-diam menelusup sepi

“Nanti kita pasti bertemu,” katamu

Dan aku menunggu takdir berbicara, akankah Tuhan mempertemukan kita kembali

Untuk sekedar berpapasan

…dan aku benci untuk mengakui, bahwa aku merindukanmu