D&D Pub and Lounge

“Sudah, Ndre. Cukup!” Kirana menarik segelas bir di tangan Andre yang belum sempat dia tenggak.

“Ah, kamu berisik!” Andre meracau.

“Kamu sudah cukup mabuk, mau sampai kapan kamu di sini? Sudah cukup, ayo pulang.” Kirana mulai menarik Andre yang masih meracaukan kata-kata tak jelas.

“Aku ingin melupakan Nia, Kiran. Jadi, tolong biarkan aku di sini saja.” ujar Andre di tengah racauannya

“Memangnya dengan mabuk kamu bisa melupakan dia?” Kirana masih berusaha membuat Andre yang mulai sempoyongan untuk berdiri.

“Setidaknya untuk malam ini aku bisa melupakannya, besok. Entahlah,” ujar Andre lirih.

“Jadi, besok kalau kamu masih ingat dia. Kamu bakal minum dan mabuk lagi? Bodoh! Kenapa nggak sekalian aja kamu jedotin kepala ke tembok, biar amnesia,” ujar Kirana tak sabaran

“Bawel. Mending kamu pulang sana. Nanti kamu kenapa-kenapa.” Andre menepis tangan Kirana dari bahunya.

“Harusnya bukan aku yang kamu khawatirkan. Ayo pulang, sudah cukup kamu menyakiti dirimu sendiri.” Lagi-lagi Kirana berusaha memapah Andre –sahabatnya itu.

“Kamu tahu apa tentang kehilangan, Ki? Kamu nggak akan pernah tahu gimana rasanya ditinggal oleh kekasihmu sendiri?’

Kirana diam

Aku memang tidak pernah tahu rasanya ditinggalkan oleh kekasih sendiri. Tapi, aku pernah berada di posisimu saat ini ketika aku tahu kamu tak pernah mencintaiku, Ndre.

dan kamu masih beruntung sempat memiki Nia

Ikut serta dalam #FF2in1