Dear Kamu,

Surat ini, aku tulis untukmu. Kepada pria yang pernah menaburkan asa di sudut hatiku.

Rinduku masih saja mengendap-endap pada celah kecil yang aku sebut kenangan, di mana pernah ada aku dan kamu di dalamnya.

Masih tersimpan di sini —sepasang janji untuk saling bersua, meluruhkan rindu-rindu yang menyesaki dada.

Kamu,

Aku tak pernah tahu apa yang terjadi?

Tiba-tiba, ku temukan punggungmu menjauh

Nyatanya kisah kita tak ubahnya cerita tanpa akhir: bahagia atau kehilangan.

Salam hangat,

aku