Hai, apa kabar semua?

Sebenarnya perjalanan ini sudah berlangsung seminggu yang lalu, tapi tak apalah kalau saya ingin buat artikel tentang perjalanan.

Selamat menyimak 🙂

Rasanya sudah lama tak berkunjung ke kota Yogyakarta, kota dengan banyak cerita dan tempat yang tak bosan untuk dikunjungi.

Ketika duduk di bangku kuliah, saya sering berkunjung ke kota ini, kebetulan kakak perempuan saya tinggal di sana. Jadilah, Yogya menjadi jujukan kami sekeluarga untuk berlibur.

Nah, semenjak saya mulai berkerja. Rasanya tak ada waktu untuk pergi ke suatu tempat dalam waktu yang lama. Maklum liburnya hanya sabtu-minggu.

Dan buat saya, perjalanan kemarin terasa istimewa dan banyak sekali kejadian yang menarik untuk diceritakan.

Pertama: Dimulai keberangkatan yang terlambat dari waktu yang ditentukan, lalu berlanjut ke bus yang mendadak acnya mati. Sempat diperbaiki, tapi malah membuat mesin jadi mati. Jadi, rombongan harus menunggu satu jam untuk diperbaiki. Setelah selesai diperbaiki kita diberi bus pengganti yang lebih baik.

Kedua: Keberangkatan yang molor, membuat kedatangan juga terlambat. Seharusnya kami sampai di kota jogja jam 3 sore, ternyata baru sampai hotel jam 10 malam. Waw, 12 jam perjalanan. Akhirnya semua acara dibatalkan.

Tapi, semua hal itu terbayarkan ketika diajak ke gua pindul. Jujur, saya belum pernah masuk gua yang alami, dan ketika sampai di sana saya sangat bersemangat.

Hei, ternyata untuk mencapai gua tak semudah yang kubayangkan. Kita harus berjalan tanpa alas kaki sambil membawa ban yang ukurannya lebih besar dari badan, melewati tangga yang sempit, curam, dan licin, terakhir duduk di atas ban.

Semua perjuangan itu terbayar ketika ban mulai masuk mulut gua, waw. Saya disuguhi pemandangan yang luar biasa, stalagtit dan stalagmit yang besar-besar, udara dingin, pokoknya luar biasa.

Ada satu hal yang bisa saya pelajari ketika masuk goa ini. Ketika memasuki Zona paling gelap, membuat saya sedikit merenung.

Bahwa hidup tak selamanya terang, akan ada masa di mana kita akan melewati zona tergelap dalam hidup. Di sanalah kita akan diuji. Siapa yang sanggup melewatinya, akan ada jalan yang menuntunmu dalam sinar terang.

Hari terakhir di Jogja, dilewatkan dengan mengunjungi Merapi. Saya tak sempat naik, jadinya melihat-lihat dari bawah.

Sekian sekilas perjalanan saya ke Jogja

Have a nice day everyone