16501504-three-coffee-cups

Kita adalah tiga wanita yang dipertemukan oleh takdir untuk saling menghapus setiap duka yang datang silih berganti

 Sore ini, seperti biasa kita duduk bertiga dengan cangkir masing-masing di genggaman tangan. Di awali dengan sapaan riang, lalu perlahan mengalirlah cerita dari bibir-bibir kita.

Persahabatan kita cukuplah aneh, dipertemukan dari tidak kesengajaan lalu menjadi sahabat yang tak terpisahkan. Kalau boleh aku ibaratkan persahabatan kita dengan kue, aku lebih memilih tiramisu.

Kue berbahan dasar coklat, dengan cream yang beraroma kopi. Ya, itulah kita bertiga. Jika aku dilambangkan dengan coklat, bunbun kopi, dan bebeb adalah cream lembut yang merekatkan rasa manis dan ketir kopi. Unik kan?

Berbicara tentang kue, sungguh kalian membuatku lapar.

Kumohon, jika kalian membaca cerita ini janganlah menangis, karena aku pun bersusah payah untuk tidak menangis.

Teruntuk Bunbun;

Saatnya kamu menyibak tirai gelap di ujung kamarmu. Tengoklah, di luar ada cahaya terang yang siap menuntunmu menghadapi hari yang baru. Tetaplah semangat, karena darimu aku belajar tentang semangat hidup.

Teruntuk Bebeb:

Adakalanya apa yang kita lakukan tak menghasilkan banyak perubahan. Tapi, yakinlah di setiap usaha baik yang kita lakukan, Allah tak pernah tinggal diam. Akan ada pelangi setelah hujan. Tetaplah jadi gadis ilalang, tetap tegar saat badai berkali-kali bertandang.

Dan untukku:

Sesuatu yang berujung bahagia tak mudah di raih, tapi dengan kesabaran pasti akan ada hadiah manis yang menunggu di ujung sana.

Buat dua sahabatku, selamat menikmati senja