book-escape-quotes-text-Favim.com-662173

Pernahkah kalian mendengar apa alasan yang membuat saya suka menulis? Well, kalau belum. Mari dengarkan sekelumit cerita tentang alasan saya menulis.

Seingat saya, dulu awal suka menulis ketika masih berseragam putih biru. Berbekal mesin ketik, saya suka menuliskan semua gagasan dalam selembar kertas. Meskipun tak pernah ada yang membacanya, saya tak peduli. Dan, belakangan saya baru tahu bahwa ternyata ayah suka membaca tulisan saya.

Menginjak bangku SMA, saya mulai mengenal diary. Suatu peristiwa hidup pernah mengguncang saya. Saya mengalami ketakutan luar biasa terhadap hidup termasuk penilaian orang terhadap diri saya. Terus terang saya muak mendengar kata ‘kasihan’ setiap kali ada orang yang mengetahui riwayat kesehatan yang saya alami. Setiap perkataan orang selalu saya masukkan ke dalam pikiran. Hingga puncaknya, kelas 2 SMA saya stress berat. Hingga terlintas saya ingin bunuh diri.  Beruntungnya saya punya sebuah diary sebagai tempat menuliskan segala emosi.

Ya, sejak saat itu menulis adalah kebutuhan. Setiap kali sedih, saya lebih suka membaginya dengan diary ketimbang dengan orang lain.  Saya lebih suka berderai air mata sambil menulis ketimbang menangis di depan seseorang. Dan, manfaatnya sekarang saya lebih positif melihat masalah. Menulis membuat saya melihat persoalan dari setiap sudut.

Jadi, kalau ada yang tanya “Kenapa saya suka menulis?”

Jawabannya satu

Menulis itu melegakan

Menulislah! Maka kamu akan sehat.

Gambar dari sini http://favim.com/image/662173/