Kepada Kamu Lelaki Masa Lalu,

Hei, kenapa kau berulang kali mampir di benakku? Padahal tak ada inginku tuk merindukanmu.

Kini, ketika mengingat semua tentang kita dulu. Tiba-tiba dadaku disesaki oleh namamu

Kau boleh saja besar kepala sekarang, karena benar benakku selalu dipenuhi dirimu.

Kamu senang sekarang?

Kumohon jangan tertawakan aku, jika suatu saat kamu mampir ke blog ini dan menemukan sebuah tulisan yang kutujukan untukmu.

Kamu tahu kan bagaimana kebiasaanku?

Menulis jika gundah

Namun, aku ragu. Ingatkah alamat blogku?

Bukankah kini kau tak lagi peduli padaku.

Ya, Tuhan. Malangnya aku.

Merindukanmu yang tak pernah merindukanku

 

Surabaya, 02 Mei 2013

beautiful-city-cool-free-Favim.com-665823.jpg