Aku menyebutnya lelaki senja
Siluetnya membelakangi matahari yang perlahan kembali ke peraduan
Menyisakan kumpulan warna merah bercampur merah muda di langit

Lelaki itu tak pernah tersenyum
Tiap kali aku melihatnya, kedua mata hitam itu seperti mati
Sinar kehidupan sepertinya telah lama pergi
Ada apakah gerangan, Tuan?

Aku hanyalah penggemar
yang diam-diam memandang punggungnya dari kejauhan
lalu, ketika punggung itu berbalik dengan cepat aku berlindung

Tuan, janganlah kau bersedih
Bukankan matahari akan kembali esok hari?
Sama seperti diriku yang selalu menunggumu dari balik pohon itu

Google
Google