image google
image google

Selamat hari Sabtu semuanya.

 Ada yang sedang mengerjakan proyek menulis atau baru menyelesaikan naskahnya? Berikut ini ada beberapa tips yang diberikan oleh mbak Aida M.A (http://jarilentikyangmenari.com/) salah satu penulis yang namanya sedang naik daun. Beliau adalah seorang novelis dan penulis non fiksi yang buku-bukunya sedang beredar di toko buku. Kebetulan mbak yang satu ini sahabat saya dan dia bersedia menjawab keingintahuan saya tentang apa sih yang akan dilakukan setelah naskah selesai.

Yuk kita simak.

1. Apa sih yang dilakukan mbak Aida ketika sudah menulis naskah?

Setiap sebuah naskah selesai ditulis biasanya saya memang mengendapkan naskah tersebut, tidak buru-buru diedit atau mengubah bagian tertentu. Otak kita yang sudah bekerja maksimal ternyata terlalu penuh dan crowded kalau dibebani dengan proses editing pasca writing.

Biarkan dulu kepala ini refresh dari beban-beban DL dan setumpuk ide yg baru saja dituangkan dalam sebuah naskah. Editing beruntun akan membuat pikiran kita mengalami kelelahan.

Jadi setiap selesai menulis satu naskah novel saya biasanya suka jalan2, nonton film dan menikmati hal-hal yg lain, pokoknya engga dekat-dekat laptop dulu deh hehhehe.

2. Berapa lama naskah perlu diendapkan sebelum diedit?

Okee berapa lama? Ini beda2 untuk tiap penulis, ada yangg cukup 2 hari saja ada yg butuh seminggu. Kalau saya pribadi biasanya hanya 2-3hari saja tidak menyentuh naskah yangg baru kelar saya kerjakan. Hanya novel TheMocha Eyes yang saya endapkan 1hari, karena Deadline yangg sangat mepet saat itu.

Kira-kira saat kepala saya sudah tidak berdenyut-denyut karena DL dan bayang-bayangan tokoh-tokoh  saya tidak terbawa-bawa dalam pikiran saya, maka saya segera kembali sebagai seorang editor untuk naskah saya bukan sebagai seorang penulis 😀

3. Elemen apa saja yang perlu diperhatikan saat mengedit?

Elemen apa saja?

1. Yang paling mudah kerapian naskah, bersih dari typo, saat diajukan ke editor dia juga lebih bahagia karena engga bikin terlalu mumet dengan typo.

2. Plot/ alur, untuk ini makanya harus membaca dari awal naskah tersebut. Saat membaca ulang nanti akan keliatan, bagian ini seperti terputus atau nanggung, bagian ini terlalu cepat dsb.

3. Konsistensi karakter. Saya biasa mencari ciri khas tokoh-tokoh saya lewat dialog-dialog. Saya akan mengenali si A yangg berbicara atau si B yangg sedang ngedumel. Jadi saat diedit kembali cek dialog-dialognya sudah sesuai belum dengan karakter masing-masing.

4. Setiap naskah harus ada mata kedua ketiga yg membaca dan memberikan penilaian. Makanya di sini fungsinya seorang editor. Jadi, begitu penulis sudah selesai menulis, pengendapan dan edit kembali hanya oleh penulis, maka tugas selanjutnya sebagai penulis kita harus legowo jika nanti editor akan banyak memberi tanda track changes dalam naskahnya.

Sekian rangkuman tanya jawab saya dengan Mbak Aida. Semoga apa yang saya bagikan di sini membantu kalian semua.

Selamat hari Sabtu.

Iklan