Err. Tema hari ini cukup kontroversial dan menyebabkan membuka kenangan tentang masa silam.

Uhuk. Baiklah

Kisah ini bermula saat saya masih unyu. Kalau tidak salah masih pakai seragam putih biru. Sebut saja namanya Adi. Dia kakak kelas yang menjabat anggota Osis. Cukup populer dan menjadi rebutan karena wajahnya yang ganteng. Tinggi, kulit putih, mata hitam agak sipit, rambut ikal, hidungnya menjulang tinggi.
Tahu kan. Seumur SMP dulu, pasti kita naksirnya sama yang kinyis-kinyis :))

Perkenalannya cukup unik. Dia sering main ke rumah karena kebetulan kakak saya ketua osis. Jadi, intinya sih saya dikenalin kakak.🙂
Singkat cerita, kami kalau ketemu kayak anjing dan kucing. Berantem mulu. Si Adi ini hobby banget nyela saya, tapi itulah yang bikin jantung berdebar. Lagipula Adi ini termasuk womanizer dan itulah yang bikin patah hati.
Sampai suatu hari teman saya bilang kalau sebenarnya Adi ada ‘rasa’ sama saya.

Glodak.
Hihi, senang juga sih tapi campur takut. Eh, tapi pas saya mau nerima dia. Si Adi malah jadian sama teman sekelasnya😦

Hiks. Saya kena PHP deh.

Cukup deh cerita tentang monyetnya. Soalnya kalau dilanjutkan akan menyebabkan luka lama bersemi kembali.😀